Review : Open Sound Meter (OSM) vs Smaart
Membandingkan Open Sound Meter (OSM) dan Smaart (v9/v10) seperti membandingkan mobil sport performa tinggi (Smaart) dengan mobil harian yang sangat mumpuni (OSM). Keduanya adalah alat pengukur audio dual-channel FFT yang andal, namun memiliki target pengguna dan kedalaman fitur yang berbeda.
Berikut adalah ulasan mengenai keduanya:
Smaart (Rational Acoustics)
Smaart adalah standar industri global. Jika Anda bekerja di tur konser
skala besar atau sistem integrasi profesional, Smaart adalah bahasa yang
digunakan semua orang.
Antar muka smaart :
- Keandalan &
Presisi: Algoritma yang sudah teruji puluhan tahun dan diakui
secara legal untuk laporan tingkat tekanan suara (SPL).
- Multi-Channel: Mendukung
banyak input mikrofon sekaligus, memudahkan pemetaan area coverage
penonton yang luas secara real-time.
- Manajemen Data: Fitur Auto-save,
organisasi trace yang rapi, dan kemudahan membandingkan data
antar-lokasi jauh lebih superior.
- Mode SPL
Komprehensif: Versi Suite memiliki fitur logging SPL
yang sangat detail (Leq, Peak, dll.) sesuai standar internasional untuk
monitoring kebisingan konser.
- Integrasi
Hardware: Mendukung kontrol gain langsung pada audio interface
tertentu (seperti Roland Octa-Capture atau Audient EVO).
Kekurangan:
- Harga: Lisensinya sangat
mahal (kisaran $500 - $1,000++ tergantung edisi dan paket).
- Lisensi: Terikat pada
jumlah perangkat tertentu; memindahkan lisensi bisa merepotkan bagi
sebagian orang.
Open Sound Meter (OSM)
OSM adalah perangkat lunak sumber terbuka (open source) yang
dikembangkan oleh Pavel Smokotnin. Populer karena model
"pay-what-you-want" (gratis atau donasi).
Antar Muka OSM :
Kelebihan:
- Gratis/Murah: Sangat
terjangkau untuk mahasiswa, teknisi pemula, atau teknisi yang butuh backup.
- Antarmuka
Modern: Desainnya lebih bersih dan intuitif dibandingkan
tampilan Smaart yang lebih padat (klasik).
- Ringan &
Multi-Platform: Berjalan sangat lancar di Windows, macOS, Linux, bahkan
iPad.
- Math Source: Fitur
manipulasi data (seperti penjumlahan atau selisih dua trace) sangat
mudah diakses.
Kekurangan:
- Stabilitas
& Latensi: Di beberapa sistem, OSM dilaporkan memiliki lag
atau masalah latensi pada pengukuran RTA jika tidak dikonfigurasi dengan
tepat.
- Manajemen
Trace: Tidak secepat Smaart dalam menyimpan dan memanggil
puluhan data pengukuran dalam satu sesi yang sibuk.
- Fitur Lanjutan
Terbatas: Tidak memiliki analisis Impulse Response (IR)
sedalam Smaart Suite untuk menghitung RT60 atau STI (Speech
Intelligibility).
Perbandingan
Fitur Utama
|
Fitur |
Smaart
(v9 Suite) |
Open
Sound Meter |
|
Harga |
Mahal |
Gratis
/ Sukarela |
|
Input |
Multi-channel
(Hampir tanpa batas) |
Mendukung
Multi-channel |
|
Live
IR |
Ya
(Sangat Detail) |
Dasar |
|
SPL
Logging |
Ya
(Standar Profesional) |
Ada
(Dasar) |
|
Organisasi
Data |
Sangat
Rapi (Capture Session) |
Manual |
|
Platform |
Windows,
macOS |
Windows,
macOS, Linux, iOS |
Apakah OSM Bisa Menggantikan
Smaart untuk Profesional?
Jawabannya
adalah: Bisa untuk tugas-tugas
tertentu, tapi belum sepenuhnya.
1.
Untuk Tuning
PA System (Basic ke Menengah):
YA. Jika tugas Anda
adalah menyelaraskan fase antar zona, atau antara Subwoofer dan Top, atau melakukan EQ pada sistem di klub/rumah
ibadah, OSM sudah lebih dari cukup. Data fase dan magnitudonya akurat.
2.
Untuk Tur
Skala Besar/Arena: TIDAK. Dalam tur besar,
Anda butuh efisiensi. Smaart memungkinkan Anda melihat 8-12 mikrofon sekaligus
di seluruh area tribun dengan stabilitas tinggi. Kecepatan alur kerja Smaart
dalam situasi tekanan tinggi sulit dikalahkan.
3. Untuk Dokumentasi & Compliance: TIDAK. Jika klien meminta laporan resmi tingkat kebisingan (SPL) yang sah secara hukum atau standar proyek integrasi, Smaart adalah satu-satunya alat yang diterima secara universal di industri.
Rincian aspek teknis yang membedakan keduanya:
1. Aspek Mesin Pengolah (Engine &
FFT)
Keduanya menggunakan Fast Fourier Transform (FFT) untuk mengubah
sinyal waktu menjadi data frekuensi, namun ada perbedaan pada cara mereka
menampilkannya:
- Smaart
(Multi-Time Window):
Smaart menggunakan teknologi yang
disebut Multi-Time Window (MTW). Secara otomatis, Smaart menggunakan
jendela waktu yang lebih panjang untuk frekuensi rendah dan jendela yang lebih
pendek untuk frekuensi tinggi.
- Hasilnya: Anda mendapatkan resolusi frekuensi yang sangat detail di area Low-End tanpa membuat komputer terbebani (lag).
- Open Sound Meter (Fixed FFT): OSM cenderung menggunakan panjang FFT yang tetap (walaupun bisa diatur).
- Hasilnya: Jika Anda
mengatur FFT terlalu besar agar Low-End terlihat detail,
pergerakan grafik di frekuensi tinggi akan terasa lebih lambat (tidak real-time).
Namun, untuk penggunaan standar, perbedaannya tidak terlalu kentara bagi
telinga manusia.
2. Alur Kerja (Workflow) di Lapangan
Dalam sistem besar, waktu adalah segalanya. Di sini Smaart menunjukkan
kelasnya:
- Smaart (Data
Management): Smaart memiliki fitur "Capture". Anda
cukup menekan spanduk spasi, dan grafik (trace) langsung tersimpan dengan
label waktu dan nama. Anda bisa menumpuk 10-20 grafik sekaligus untuk
melihat rata-rata respon suara di seluruh ruangan dengan sangat cepat.
- Open Sound
Meter (Manual): Di OSM, manajemen data lebih manual. Anda harus lebih
teliti dalam menamai dan menyimpan setiap trace. Jika Anda mengukur
stadion dengan 10 titik mikrofon, OSM akan terasa jauh lebih melelahkan
dibanding Smaart.
3. Pengukuran Fase (Phase Response)
Ini adalah jantung dari penyelarasan sistem (System Tuning).
- Smaart: Memiliki
algoritma Magnitude Threshold yang sangat cerdas. Jika sinyal
terlalu lemah atau terlalu banyak pantulan (noise), Smaart akan
secara otomatis menyembunyikan data fase yang berantakan, sehingga Anda
tidak salah ambil keputusan.
- Open Sound
Meter: Menampilkan data apa adanya. Ini bagus untuk teknisi
yang sudah sangat paham cara membaca grafik, namun bisa membingungkan bagi
pemula karena data yang "kotor" tetap muncul di layar.
4. Fitur Impulse Response (IR)
- Smaart (Suite/RT): Memiliki mode
IR khusus. Ini digunakan untuk mengukur pantulan ruangan (akustik).
Anda bisa tahu persis berapa milidetik suara memantul dari dinding
belakang. Smaart juga bisa menghitung otomatis nilai RT60 (waktu
dengung) dan STI (kejelasan suara).
- Open Sound
Meter: Memiliki fitur IR, namun fungsinya jauh lebih sederhana.
Biasanya hanya digunakan untuk mencari nilai Delay (waktu tempuh
suara dari speaker ke mic) agar grafik fase bisa terbaca dengan benar.
5. Kebutuhan Perangkat Keras
(Hardware)
- Smaart: Sangat
"haus" tenaga jika Anda menjalankan banyak input sekaligus.
Membutuhkan laptop dengan spesifikasi menengah ke atas untuk berjalan
mulus.
- Open Sound
Meter: Sangat efisien. Bahkan bisa berjalan di iPad atau
komputer tua dengan lancar. Ini adalah keunggulan mutlak jika Anda ingin
sistem pengukuran yang ringkas (hanya mic, soundcard kecil, dan
iPad).
Perbandingan Skenario Penggunaan :
|
Skenario |
Pemenang |
Alasan |
|
Penyelarasan
Sub-Top di Cafe |
Open
Sound Meter |
Gratis,
cepat, dan hasilnya akurat untuk skala kecil. |
|
Konser
Lapangan (Stadion) |
Smaart |
Butuh
banyak mic dan manajemen data yang masif. |
|
Instalasi
Akustik Ruangan |
Smaart |
Butuh
data RT60 dan analisis pantulan yang detail. |
|
Belajar
Dasar Audio |
Open
Sound Meter |
Tidak
ada biaya lisensi, fitur esensial sudah lengkap. |
Kesimpulan
·Gunakan OSM
jika: Anda adalah
teknisi freelance,
sedang belajar akustik, atau butuh alat ukur di iPad untuk mobilitas tinggi.
Gunakan Smaart jika: Anda bekerja di perusahaan besar, menangani proyek besar, atau membutuhkan fitur analisis akustik ruang yang mendalam. Jika Anda mulai masuk ke proyek profesional dengan nilai kontrak besar, beralih ke Smaart adalah investasi wajib. Bukan hanya karena fiturnya, tapi karena kepercayaan klien dan standar komunitas audio profesional kebanyakan menggunakan Smaart.
Komentar
Posting Komentar